Sabtu, 20 Oktober 2012

Melihat Dia (lagi)


Tepat hari, aku tak menyangka dapat melihat dia kembali setelah enam bulan yang lalu, memang tak banyak yang berubah darinya, warna kulitnya masih sama seperti enam bulan yang lalu hanya tata rambutnya yang sedikit berubah. Meskipun aku tak banyak mengerti tentang model rambut laki-laki namun ku yakin model rambut dia sudah berbeda. Aku tertegun setelah melihat wajah yang sedang memandangiku, memang jarak ketika itu tidak terlalu dekat, aku sempat berpikir siapa yang sedang memperhatikanku sambil tersenyum saat itu. Ketika ku melihat dia, ternyata seorang pria yang dulu pernah mengisi ruang hatiku, saat itu aku hanya dapat menunduk malu karena telah banyak berubah dari diriku, ya memang rambutku masih ikal seperti enam bulan yang lalu, namun wajahku…sudah berubah, wajahku kini dipenuhi oleh bekas jerawat yang berwarna kecoklatan..
Ketika kulihat senyum khas dari bibirnya itu, aku merasa jantungku berhenti berdebar sangat keras, aku tak mengerti mengapa aku sangat merindukan senyuman yang khas dri dirinya. Sayangnya aku hanya menunduk malu tak berani menatap muka dan senyumannya itu. Namun setelah ku berjalan beberapa langkah terdengar ada seseorang memanggil namaku. Suara khas itu yang memanggil diriku, ternyata memori otakku masih menyimpan segala tentang dirinya. Aku tak berani menoleh kea rah dirinya, namun aku yakin dia yang memanggilku. Setelah aku cukup melangkah jauh aku tak mendengar suara itu lagi, aku tak dapat menoleh kea rah dirinya kembali karena saat itu keadaan sedang ramai di penuhi oleh orang-orang yang akan keluar dari tempat itu. Dan akhirnya aku kehilangan dia kembali, namun diriku sudah cuup puas sudah dapat melihat wajahnya kembali, betapa rindunya ku dengan senyum tipisnya itu yang membuat hatiku bergetar. Dan kuharap dapat melihatnya suatu saat nanti ketika wajahku sudah kembali seperti waktu dulu. Hanya itu harapanku saat ini…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar